Tentang Masalah Ekonomi Santri

Tidak semua santri itu berlatar belakang ekonomi yang kuat atau bahkan dari keluarga dan lingkungan yang taat, masih banyak sekali santri yang hidup di bawah garis kemiskinan dan hidup dilingkungan yang kurang mendukung masalah pendidikan pesantren. Jika saat ini anda memiliki orang tua yang kuat secara finansial dan lingkungan yang merhatikan tentang spiritual, maka saya ucapkan selamat anda termasuk orang-orang yang beruntung. Tapi jangan lupa, bahwa masih banyak teman-teman anda yang mungkin hidupnya tidak semapan anda, bahkan mungkin itu adalah teman sekamar anda yang juga mungkin tidur sebantal dengan anda.

Tulisan ini sekedar ingin menyampaikan kepada santri-santri yang memiliki finansial kuat agar mau peka kepada teman sejawat yang miskin papa, jangan sampai menyia nyiakan mereka. Masih banyak teman-teman disekitar anda, jangankan bermimpi jadi seorang ulama atau kyai, bisa lulus ngaji saja sudah untung. Walau menjadi kyai bukanlah tujuan utama santri, tapi sebagai manusia normal yang tidak sempurna, bagaimanapun cita-cita dan harapan untuk kesana itu tetap ada, walau hanya untuk sekedar penyemangat ngaji saja.

Bukan maksud ingin menggurui bagaimana cara menyikapi orang orang yang hidup dalam kekurangan. Sekedar ingin mengingatkan, bahwa adakalanya bahkan mungkin seringkali kita ini lupa berbuat dzolim kepada mereka yang sebenarnya memiliki beban hidup berat saat menimba ilmu agama, mulai tidak dapat restu orang tua, tidak ada biaya, kurang dukungan dari keluarga dan lain sebagainya, jadi ada baiknya jika anda menemukan teman seperti ini, segeralah beri bantuan apa saja semampu anda, jangan sampai teman anda putus dijalan, dengan demikian Insya Allah jadikan ilmu anda bermanfaat tanpa perlu menunggu terjun dulu dimasyarakat.

Tahukah anda, bahwa di saat anda makan minum dikantin pondok pesantren, ada sebagian teman anda yang tidak punya uang dan hanya diam dikamar, bahkan mungkin hanya menghibur diri dengan membaca alquran, dzikir, dan melamun. Di kesendirianya dia nahan segala keinginan yang belum tercapai walau hanya secangkir kopi dan sepiring nasi, berlatihlah untuk bersosial mulai dari bantu teman sekamar yang kurang mampu, Insya Allah manfaat ilmumu,

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: